BAB II
PROFIL DESA PESANGRAHAN
2.1
Kondisi Desa
2.1.1. Sejarah Desa
Sejarah
Desa Pesangrahan tidak terlepas dari sejarah Masyarakat Desa Pesangrahan
di Kabupaten Lamongan.
Adapun
kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai beriikut:
MARSIDIN
(tahun
1913
.s.d 1942 ),
OMANI MANGUN
DIHARJO (tahun 1942 s.d 1945 ),
SUMANGUN (tahun 1945
.s.d 1960 ),
H.
MASROEN (tahun
1960 .s.d 1990 ), Selama 30 thn menjabat
NUR
HASAN (tahun 1990 s.d 1998 ),Selama 8 thn menjabat
H. MOH. RUSLAN (tahun 1999
s.d 2007 ) selama 8 thn menjabat
ALI
SISWANTO ( Tahun 2007 sampai sekarang )
2.1.2 Demografi
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan
Desa tahun 2014,
jumlah penduduk Desa Pesangrahan adalah terdiri dari 337 KK, dengan jumlah total 1.514 jiwa, dengan rincian 704 laki-laki dan 810 perempuan sebagaimana
tertera dalam Tabel 4.
Tabel 4
Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
|
No
|
Usia
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
0-9
|
70
|
80
|
150
orang
|
10 %
|
|
2
|
10-19
|
125
|
185
|
310 orang
|
15 %
|
|
3
|
20-29
|
200
|
205
|
405 orang
|
20 %
|
|
4
|
30-39
|
200
|
214
|
414 orang
|
22 %
|
|
5
|
40-49
|
135
|
165
|
250 orang
|
13 %
|
|
6
|
50-58
|
75
|
125
|
200 orang
|
11%
|
|
7
|
>59
|
45
|
55
|
100 orang
|
8 %
|
|
Jumlah Total
|
704
|
810
|
1.514 orang
|
100,00%
|
|
Dari
data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Pesangrahan sekitar 405 atau hampir 35 %. Hal ini merupakan modal
berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan
di Desa Pesangrahan termasuk tinggi. Dari
jumlah 337 KK di atas, sejumlah 224 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 61 KK tercatat Keluarga
Sejahtera I;
15 KK tercatat Keluarga Sejahtera II; 53 KK tercatat Keluarga
Sejahtera III; 3
KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I
digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 65 % KK Desa Pesangrahan adalah keluarga miskin.
Secara
geografis Desa Pesangrahan terletak pada posisi 6°51'-7°23' Lintang
Selatan dan 112°15'-112°45' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah
berupa daratan sedang. Berdasarkan data BPS kabupaten Lamongan tahun 2008,
selama tahun 2010 curah hujan di Desa Pesangrahan rata-rata mencapai 3916,5 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember,Januari,
Februari, Maret hingga April yang
merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2009 - 2010.
Secara administratif,
Desa Pesangrahan terletak di wilayah Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan dengan posisi dibatasi oleh
wilayah desa-desa tetangga.
Di sebelah Utara berbatasan
: Rawa-rawa / lahan pertanian
Di sebelah Barat
berbatasan : Desa
Keduyung Kec. Laren
Di sisi Selatan
berbatasan :
Bengawan Solo / Kec. Maduran
Di sisi timur berbatasan
: Desa Mojoasem Kec. Laren
Jarak
tempuh Desa Pesangrahan ke ibu kota kecamatan adalah + 14 km,
yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit. Sedangkan jarak tempuh ke
ibu kota kabupaten adalah + 35 km, yang dapat ditempuh dengan waktu
sekitar 1 jam.
2.1.2.1 Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat
SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka
panjang pada peningkatan
perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak
tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya
ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program
pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Pesangrahan dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5
Tamatan
Sekolah Masyarakat
|
No
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas
|
100
|
7 %
|
|
2
|
Usia
Pra-Sekolah
|
122
|
8 %
|
|
3
|
Tidak Tamat SD
|
250
|
15%
|
|
4
|
Tamat Sekolah SD
|
159
|
13 %
|
|
5
|
Tamat Sekolah SMP
|
450
|
24%
|
|
6
|
Tamat Sekolah SMA
|
358
|
21%
|
|
7
|
Tamat Sekolah PT/ Akademi
|
75
|
5 %
|
|
Jumlah Total
|
1.514
|
100 %
|
|
Dari di
atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Pesangrahan hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan
wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya
manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan
tersendiri.
Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Pesangrahan, tidak terlepas dari
terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah
ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Pesangrahan baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun
(SD), sementara untuk
pendidikan tingkat menengah
Menengah Pertama ( SLTP / MTs ) dan Menengah atas (
SLTA / SMA ) berada di tempat lain yang relatif jauh.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi
alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Pesangrahan yaitu melalui pelatihan dan
kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik
di Desa Pesangrahan. Bahkan beberapa
lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah
ada tidak bisa berkembang.
2.1.2.2 Kesehatan
Masalah pelayanan
kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan.
Masyarakat yang produktif harus didukung oleh
kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya
masyarakat yang terserang penyakit. Dari
data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang
penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang
sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut
bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut
menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah
penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki
durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya
disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini
tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat
Desa Pesangrahan secara umum.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah
terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif
tahun 2008 di Desa Pesangrahan
berjumlah 324 pasangan usia subur.
Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 78
bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa
dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah
Puskesmas Pembantu, dan Polindes di Desa Pesangrahan.
Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif cukup ini
berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah
kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 78 balita di tahun 2014, Hal inilah kiranya yang
perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Pesangrahan ke depan lebih baik.
2.1.3
Keadaan Sosial
Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem
politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada
masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih
demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Pesangrahan, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan
lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara
umum.
Khusus untuk pemilihan
kepala desa Pesangrahan, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para
peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan
elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat
banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan
keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung
–dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.
Jabatan kepala desa
merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka
dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga
desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar
peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia
berhalangan tetap.
Karena demikian, maka
setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan
dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk
mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan desa Pesangrahan pada tahun akhir 2007dan awal tahun 2008. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat
sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada
waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga
masyarakat Desa Pesangrahan seperti acara perayaan desa.
Pada bulan Juli dan
Nopember 2008 ini masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa
Timur putaran I dan II secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih
rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 85% daftar pemilih tetap,
memberikan hak pilihnya. Ini
adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di desa Pesangrahan.
Setelah
proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk
pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan
sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam
sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh
tolong menolong maupun gotong royong.
Walaupun pola
kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu
ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan
Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola
kepemimpinan di Wilayah Desa Pesangrahan mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Berdasarkan
deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Pesangrahan mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini
terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan,
sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis
ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan
nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan
dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Pesangrahan kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan
dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
Berkaitan dengan
letaknya yang berada diperbatasan Kabupaten Tuban dan suasana budaya masyarakat Jawa sangat
terasa di Desa Pesangrahan. Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya
sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari
dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan,
tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi
akulturasi budaya Islam dan Jawa.
Dengan semakin
terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat
respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika
sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Pesangrahan. Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah
mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Pesangrahan. Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri,
sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi
secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.
Dalam catatan
sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup
berarti di Desa Pesangrahan. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan
bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan
sosial.
2.1.4
Keadaan Ekonomi
Tingkat pendapatan rata-rata
penduduk Desa Pesangrahan Rp. 900.000 ( sembilan ratus Ribu Rupiah ) Secara umum mata pencaharian
warga masyarakat Desa Pesangrahan
dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, Buru tani, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan
data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 600 orang,
Buruh tani 800 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 125 orang, yang
bekerja di sektor industri 25 orang, dan bekerja di sektor lain-lain 56 orang.
Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 1.514
orang. Berikut ini adalah tabel jumlah
penduduk berdasarkan mata pencaharian.
Tabel 6
Mata
Pencaharian dan Jumlahnya
|
No
|
Mata Pencaharian
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
|
1
|
Pertanian
|
600 orang
|
28. %
|
|
|
2
|
Jasa/ Perdagangan
1. Jasa Pemerintahan
2. Jasa Perdagangan
3. Jasa Angkutan
4. Jasa Ketrampilan
5.
|
6 orang
36 orang
10 orang
125 orang
700 orang
|
2. %
10. %
7 %
17 %
32 %
|
|
|
3
|
Sektor Industri
|
25 orang
|
8 %
|
|
|
4
|
Sektor lain
|
56 orang
|
12 %
|
|
|
Jumlah
|
1.514 orang
|
100 %
|
|
|
Dengan melihat data
di atas maka angka pengangguran di Desa Pesangrahan masih cukup rendah.
Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55
yang belum bekerja berjumlah 35 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 856
orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Pesangrahan.
2.2. KONDISI
PEMERINTAHAN DESA
2.2.1
PEMBAGIAN WILAYAH DESA
Wilayah Desa Pesangrahan terdiri dari 1 Desa dan 1 Dusun yaitu : Pesangrahan , yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun
dan Kepala Desa . Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya
limpahan tugas desa kepada aparat ini.
2.2.2. STRUKTUR
ORGANISASI PEMERINTAH DESA
Keberadaan Rukun
Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Pesangrahan memiliki fungsi
yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut,
terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya.
Sebagai sebuah desa,
sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Pesangrahan tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di
atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini:
Bagan I
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan
Desa Pesangrahan
|


Tabel 1
Nama Pejabat Pemerintah
Desa Pesangrahan
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
|
ALI SISWANTO
|
Kepala
Desa
|
|
2
|
M. ALIMI
|
Sekretaris
Desa
|
|
3
|
NUR SILAH
|
Staf
Urusan Pemerintahan
|
|
4
|
HARIONO
|
Staf
Urusan Keuangan
|
|
5
|
ABDUL GHOFAR
|
Staf
Urusan Umum
|
|
6
|
FADLAN
|
Seksi
Pembangunan
|
|
7
|
MASKURI
|
Kasun
Pesangrahan
|
|
8
|
M.MUKMIM
|
Kasi Kesejahteraan
|
Tabel 2
Nama Badan
Permusyawaratan BPD Desa Pesangrahan
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
|
H.ARIFIN
|
Ketua
|
|
2
|
TOMO
|
Wakil Ketua
|
|
3
|
FATCHUL MUBIN
|
Sekretaris
|
|
4
|
SUHARWITO
|
Anggota
|
|
5
|
TAKRUM
|
Anggota
|
|
6
|
SUMANTRI
|
Anggota
|
|
7
|
M. EKSAN MUSTOFA
|
Anggota
|
|
8
|
ZEN MUSTOFA
|
Anggota
|
Tabel 3
Nama-nama LPMD Desa Pesangrahan
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
|
KUNTARI
|
Ketua
|
|
2
|
MUARIFIN
|
Sekretaris
|
|
3
|
SUWADI
|
Bendahara
|
|
4
|
AMIN
THOHARI
|
Anggota
|
|
5
|
ZEN
MUSTOFA
|
Anggota
|
|
6
|
GAMPANG
|
Anggota
|
|
7
|
K.KASWAN
|
Anggota
|
|
8
|
SITI
ILMIAH
|
Anggota
|
|
9
|
ROZIKIN
|
Anggota
|
Tabel 4
Tim Penggerak PKK Desa Pesangrahan
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
|
SITI ILMIYAH
|
Ketua
|
|
2
|
YAYUK ERNAWATI
|
Ketua
1
|
|
3
|
SITI MUFAROHAH
|
Sekretaris
|
|
4
|
SRI WENI
|
Bendahara
|
|
5
|
HAYATUN
|
POKJA I
|
|
6
|
KASMIATUN
|
POKJA I
|
|
7
|
KHOTIMAH
|
POKJA I
|
|
8
|
SITI KHOLISATUN
|
POKJA II
|
|
9
|
LASIANA
|
POKJA II
|
|
10
|
SUSI WAHYUNI
|
POKJA II
|
|
11
|
MUNTAMAH
|
POKJA III
|
|
12
|
AGINI
|
POKJA
III
|
|
13
|
MARWAH
|
POKJA III
|
|
14
|
WIJI
|
POKJA III
|
|
15
|
UMIYAH
|
POKJA IV
|
|
16
|
SUWARTI
|
POKJA IV
|
|
17
|
SUWARNI
|
POKJA IV
|
|
18
|
SITI QOMARIYAH
|
POKJA IV
|
Secara umum pelayanan
pemerintahan Desa Pesangrahan kepada masyarakat cukup memuaskan dan
kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

0 komentar:
Posting Komentar