Subscribe:

Senin, 11 April 2016

BAB II
PROFIL  DESA PESANGRAHAN


2.1  Kondisi Desa
2.1.1. Sejarah Desa
Sejarah Desa Pesangrahan tidak terlepas dari sejarah Masyarakat Desa Pesangrahan  di Kabupaten Lamongan.
Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai beriikut:
MARSIDIN  (tahun  1913  .s.d  1942 ),
OMANI MANGUN DIHARJO  (tahun  1942 s.d 1945 ),
SUMANGUN  (tahun 1945  .s.d 1960 ),
H. MASROEN  (tahun  1960 .s.d 1990 ), Selama 30 thn menjabat
NUR HASAN   (tahun 1990 s.d 1998 ),Selama 8 thn menjabat  
H. MOH. RUSLAN   (tahun 1999  s.d 2007 ) selama 8 thn menjabat
ALI SISWANTO   ( Tahun 2007 sampai sekarang )
2.1.2  Demografi
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2014, jumlah penduduk Desa Pesangrahan  adalah terdiri dari 337  KK, dengan jumlah total  1.514  jiwa, dengan rincian 704 laki-laki dan 810  perempuan sebagaimana tertera dalam Tabel 4.







Tabel 4
Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
No
Usia
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
Prosentase
1
0-9
70
80
150  orang
  10  %
2
10-19
125
185
310  orang
   15 %
3
20-29
200
205
405 orang
   20 %
4
30-39
200
214
414 orang
  22 %
5
40-49
135
165
250 orang
   13 %
6
50-58
75
125
200 orang
   11%
7
>59
45
55
100 orang
    8 %
   Jumlah Total
704
810
1.514  orang
100,00%
   Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Pesangrahan sekitar 405  atau hampir 35 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan di Desa Pesangrahan  termasuk tinggi. Dari jumlah 337 KK di atas, sejumlah 224 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 61 KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 15 KK  tercatat Keluarga Sejahtera II; 53 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 3 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 65 % KK Desa Pesangrahan adalah keluarga miskin.
Secara geografis Desa Pesangrahan terletak pada posisi 6°51'-7°23' Lintang Selatan dan 112°15'-112°45' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang. Berdasarkan data BPS kabupaten Lamongan tahun 2008, selama tahun 2010 curah hujan di Desa Pesangrahan rata-rata mencapai 3916,5 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember,Januari, Februari, Maret hingga April  yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2009 - 2010.
Secara administratif, Desa Pesangrahan terletak di wilayah Kecamatan Laren  Kabupaten Lamongan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga.
Di sebelah Utara berbatasan       : Rawa-rawa / lahan pertanian
Di sebelah Barat berbatasan       : Desa Keduyung Kec. Laren
Di sisi Selatan berbatasan          : Bengawan Solo / Kec. Maduran
Di sisi timur berbatasan              : Desa Mojoasem Kec. Laren
Jarak tempuh Desa Pesangrahan ke ibu kota kecamatan adalah + 14 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah + 35 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1  jam.    

2.1.2.1  Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Pesangrahan dapat dilihat pada Tabel 5.






Tabel 5
Tamatan Sekolah Masyarakat

No
Keterangan
Jumlah
Prosentase
1
Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas
100
7 %
2
Usia Pra-Sekolah
122
8 %
3
Tidak Tamat SD
250
15%
4
Tamat Sekolah SD
159
13 %
5
Tamat Sekolah SMP
450
24%
6
Tamat Sekolah SMA
358
21%
7
Tamat Sekolah PT/ Akademi
75
5 %
       Jumlah Total
1.514
100 %
Dari di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Pesangrahan hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Pesangrahan, tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Pesangrahan baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD), sementara untuk pendidikan tingkat menengah Menengah Pertama ( SLTP / MTs ) dan Menengah  atas  ( SLTA / SMA ) berada di tempat lain yang relatif jauh.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Pesangrahan yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Pesangrahan. Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang
2.1.2.2  Kesehatan
Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Pesangrahan secara umum.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2008 di Desa Pesangrahan berjumlah 324 pasangan usia subur. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 78 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas Pembantu, dan Polindes di Desa Pesangrahan. Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif cukup ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 78 balita di tahun 2014, Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Pesangrahan ke depan lebih baik.   

2.1.3 Keadaan Sosial
Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Pesangrahan, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.
Khusus untuk pemilihan kepala desa Pesangrahan, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.
Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.
Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan desa Pesangrahan pada tahun akhir 2007dan awal tahun 2008. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Pesangrahan seperti acara perayaan desa.
Pada bulan Juli dan Nopember 2008 ini masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran I dan II secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 85% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di desa Pesangrahan.
Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.
Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Pesangrahan mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Pesangrahan mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Pesangrahan kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Kabupaten Tuban  dan suasana budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Pesangrahan. Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.
Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Pesangrahan. Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Pesangrahan. Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.
Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Pesangrahan. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.
2.1.4 Keadaan Ekonomi
Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Pesangrahan Rp. 900.000 ( sembilan ratus Ribu Rupiah )  Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Pesangrahan dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, Buru tani,  jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 600 orang, Buruh tani 800 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 125 orang, yang bekerja di sektor industri 25 orang, dan bekerja di sektor lain-lain 56 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 1.514  orang. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.

Tabel 6
Mata Pencaharian dan Jumlahnya
     
No
Mata Pencaharian
Jumlah
Prosentase

1
Pertanian
600 orang
28. %

2
Jasa/ Perdagangan
1. Jasa Pemerintahan
2. Jasa Perdagangan 
3. Jasa Angkutan
4. Jasa Ketrampilan
5. Buru tani  

6 orang
36 orang
10 orang
125 orang
700 orang

2. %
10. %
7 %
17 %
32 %

3
 Sektor Industri
25 orang
8 %

4
Sektor lain
56 orang
12 %

Jumlah
1.514 orang
100 %


Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Pesangrahan masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 35 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 856 orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Pesangrahan.



2.2.      KONDISI PEMERINTAHAN DESA

2.2.1      PEMBAGIAN WILAYAH DESA
Wilayah Desa Pesangrahan terdiri dari 1 Desa dan 1 Dusun yaitu : Pesangrahan , yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun dan Kepala Desa . Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini.

2.2.2. STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA
Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Pesangrahan memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya.
Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Pesangrahan tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini:


Bagan I
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan
Desa Pesangrahan
Kepala Urusan Keuangan
 



Tabel 1
Nama Pejabat Pemerintah Desa Pesangrahan

No
Nama
Jabatan
1
ALI SISWANTO
Kepala Desa
2
M. ALIMI
Sekretaris Desa
3
NUR SILAH
Staf Urusan Pemerintahan
4
HARIONO
Staf Urusan Keuangan
5
ABDUL GHOFAR
Staf Urusan Umum
6
FADLAN
Seksi Pembangunan
7
MASKURI
Kasun Pesangrahan
8
M.MUKMIM
Kasi Kesejahteraan

Tabel 2
Nama Badan Permusyawaratan  BPD  Desa Pesangrahan

No
Nama
Jabatan
1
H.ARIFIN
Ketua
2
TOMO
Wakil Ketua
3
FATCHUL MUBIN
Sekretaris
4
SUHARWITO
Anggota
5
TAKRUM
Anggota
6
SUMANTRI
Anggota
7
M. EKSAN MUSTOFA
Anggota
8
ZEN MUSTOFA
Anggota


Tabel 3
Nama-nama LPMD Desa Pesangrahan
No
Nama
Jabatan
1
KUNTARI
Ketua
2
MUARIFIN
Sekretaris
3
SUWADI
Bendahara
4
AMIN THOHARI
Anggota
5
ZEN MUSTOFA
Anggota
6
GAMPANG
Anggota
7
K.KASWAN
Anggota
8
SITI ILMIAH
Anggota
9
ROZIKIN
Anggota






Tabel 4
Tim Penggerak PKK Desa Pesangrahan

No
Nama
Jabatan
1
SITI ILMIYAH
Ketua
2
YAYUK ERNAWATI
Ketua 1
3
SITI MUFAROHAH
Sekretaris
4
SRI WENI
Bendahara
5
HAYATUN
POKJA I
6
KASMIATUN
POKJA  I
7
KHOTIMAH
POKJA  I
8
SITI KHOLISATUN
POKJA  II
9
LASIANA
POKJA  II
10
SUSI WAHYUNI
POKJA   II
11
MUNTAMAH
POKJA   III
12
AGINI
POKJA  III
13
MARWAH
POKJA  III
14
WIJI
POKJA  III
15
UMIYAH
POKJA  IV
16
SUWARTI
POKJA  IV
17
SUWARNI
POKJA  IV
18
SITI QOMARIYAH
POKJA  IV

Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Pesangrahan kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Desa Pesanggrahan